ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 133
senin 020407

sajak Setetes Harapan Di Akhir Perjalanan
Feri Hendriyadi

Sesaat hadirnya cintamu….
Hati terasa dalam kedamaian abadi
Semilir kesejukan dari hembusan angin kasih sayangmu
Membuat aku terlena dalam ketenangan bathin hati ini

Usapan kasih sayangmu
Tidak akan lepas dari fikiran yang menerawang jauh kedalam angan hatiku
Titik-titk cinta hadir dalam hatimu
Telah mampu merubah kesirnaan harapan hidup

Mampukah aku merajut kembali
Kelusuhan hati yang telah kuhancurkan
Kucoba untuk mengerti makna dari cintamu
Namun yang kudapatkan
Bayanganmu pergi sejauh angin berhembus

Kuterus mencoba meraihnya
Tapi semakin ku dekati..semakin tak kuasa kugapai
Aku lelah…aku letih…
Harapanku tak berarti
Kini…..ibarat sekumpulan semut ditengah samudra
Berusaha tuk mencapai tepi tapi…….

Buih cintaku berada ditengah lautan yang bergelombang
Tertiup angin….hilang terkikis arus cinta
Aku berusaha untuk tidak terbuai…
Namun aku gagal….aku pasrah
Ku serahkan hanya padaNya….

Diakhir perjalananku ini…
Kuingin meraih setetes harapan…
Bersamamu…Selamanya…
Balikpapan 13032007

Sesaat Kebahagian Dengamu

Pernah kurasakan itu…
Saat dimana kebahagiaan menghampiriku
Hampir kuraih…Hampir kudekap
Tapi ia sirna bagai hembusan angin malam
Ia membuat aku kehilangan kendali hati

Kau membuatku terfana
Akan indahnya ketenangan dan kedamaian
Keindahan semu yg pernah kudapatkan
Membuatku tegar

Namun saat aku harus kehilangan dirimu
Aku tak setegar dulu
Aku lemah….aku terkapar dalam kesedihan
Kau…..
Harus kah aku terus larut dalam kesedihan ini

Hariku telah senja…
Masih terbayang dalam benak ku….
Disaat kau ciptakan kebahagiaan itu
Aku terbuai dalam impianku
Impian tuk hidup bersamamu
Menghabiskan sisa hariku

Kebahagiaanku hanya sesaat denganmu
February 7 2007



Tetesan Embun Pelebur Sukma

Ketika aku haus
Disaat aku dahaga
Hadir sesosok insan penentram jiwa
Indah hidup terasa
Cahaya mentari hatiku diwaktu fajar

Alam semesta seakan berkata
Wahai embun yang bening
Sirami jiwaku dengan tetesanmu
Sebagai pelebur sukma
Yang haus akan kesejukanmu

Jiwaku tergoncang dihantam badai asmara
Karang hatiku hancur terhenpas ombak kasihmu
Mulutku bisu tertampar belaian tanganmu
Mataku buta tertatap sinar cintamu
Telingaku tuli terbisik kata santunmu

Engkau hadir sebagai pohon hatiku
Kau datang laksana embun yg membasahi dedaunan jiwaku
Kau sejukkan sukmaku dengan tetesanmu
Aku………
Balikpapan, 21 Maret 2007

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sajak Pada Rumah Tua
Moyank

sajak Adakah Kau Rasakan Gundah Itu? Teguh S. Usis

sajak Tangisan Setetes Darah Dewi Penyair

ceritanet©listonpsiregar2000