|
cerpen Surat Serat Jati Wa Ode Kepada
Paman Yones
Koanfora Pellokia
Andiko
Paman Yones, aku tulis surat ini jauh pada tempat yang hampir terlupakan, ketika ada temanmu datang. Lelaki si pejalan yang gelisah itu datang dari jauh, tempat siang tertikam malam, membawa senja ketika kapal merapat hanya untuk beberapa menit dan kemudian peluit keberangkatan segera berbunyi. Tiang-tiang pelabuhan dan tumpukan pohon jati tak bernama, menyapanya. Mungkin saja ada cinta yang memanggilnya pada bumi gersang tempat darah pernah tumpah, karena dia juga datang dari negeri yang tanahnya terampas. Aku tak peduli!
baca
cerpen Ruangan Maya
Wahyu Heriyadi
Telah lama kukenal dengan ruangan maya atau istilah asingnya cyberspace, bukan cybersex. Chat, email, situs dan sebagainya. Juga kutahu bahwa situs porno selalu keluar dan mengundang untuk diakses, begitu diklik maka akan berhamburan keluar dan mengundangku untuk mengaksesnya. Coba saja. Dan kau akan disibukkan dengan link dari situs tersebut yang berhamburan ke situs porno lainnya, kuharap kau tidak kewalahan, atau bahkan kesal dan menutupnya.
baca
esei Belanda, Pengkhianatan dan Pahlawan
T. Wijaya
Kesultanan Palembang Darussalam sudah lama bubar. Tepatnya dibubarkan oleh kolonial Belanda pada 1825. Namun, selama tiga tahun terakhir, ada keinginan untuk menghidupkan kembali kesultanan tersebut. Pada mulanya Raden Mas Syafei Prabu Diraja, seorang perwira polisi, mengklaim dirinya sebagai Sultan Mahmud Badaruddin III. Dia mengklaim dirinya sebagai sultan setelah mengaku menerima wangsit. Itu terjadi pada tahun 2003 lalu.
baca
|
sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan
ikut
mailing list
|