ceritanet  edisi 129 selasa 6 februari 2007,  po box 49 jkppj 10210

cerpen Kotak Amal
M. Arpan Rachman

Sejak musyawarah pengurus langgar menetapkan rumah ibadah di kampung kami harus direnovasi, bangunan kayu tua di tepi sungai Ogan yang telah terbilang dua puluh tahun lebih usianya dan di beberapa bagian mulai lekang diserang lapuk, secara beramai-ramai dirobohkan. Para penduduk berkumpul menyumbangkan pahalanya dengan menggada, meruntuhkan dinding, mencabut paku-paku, menggergaji tiang-tiang, dan mengangkut mihrab ke tepi jalan.
baca

sajak Suluk Transisi
Gatot. Arifianto

di jamjam niscaya hujan tanpa hutan, kami telah kehilangan kami. sebagaimana ghaib sekian demonstran 98, sujud cahaya pada surga pertama selain kitab sebuah abad, eksodus kasus dari laci negri yang tak juga lurus, tak juga becus, menghapus keluh bocahbocah lampu merah dari hama tikus atau lumpur timur.
baca

cerpen Feminis Ngetop dari Jakarta
Limantina Sihaloho

Apakah kau kenal perempuan itu? Ia seorang feminis sepertimu. Pertama kali saya bertemu dengannya tanggal 12 April 2006 yang lalu, di rumah orang tua Jamil. Ia datang; adek bungsu Jamil mengalami kecelakaan sehari sebelumnya. Jamil dan adek laki-lakinya yang biasa nyetir mobil, pergi ke bandara. Perempuan itu minta dijemput.
baca

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list


ceritanet
©listonpsiregar2000