ceritanet  edisi 127 kamis 4 januari 2006,  po box 49 jkppj 10210

sajak ia ingin tinggal sebentar
Hery Sudiyono

ia ingin tinggal sebentar
tanpa batuk melerai, tanpa
“selamat pagi kereta”

di alun-alun bising akan cepat reda
kepada malam yang jemu
oleh tiang pancang.
ingatan bergegas lewat,
serbuk-serbuk merunduk pada udara

di kota bernama lupa seorang menggelar tikar
kepada ziarah dari hutan yang resah
menitipkan epitaph di antara tanda seru
yang koyak

ia ingin tinggal sebentar, sebelum,
ah, tak apa

khianat api
yang telah lupa, kembali
menyalakan api di bibir tebing.
rajawali takjim
dan kau disihir sebercak darah
yang bertahan di lumut waktu

“lengking itu seperti pernah kukenal”
ingatan cepat lindap, darah menorehkan razah di kulit dadamu.
sebuah nama, betapa tidak sederhana
kau mendidih, meracau, rubuh,
unggun lalu beku
menjadi relic yang tekun bercerita kepada kafilah
-tentang arah barat daya

situs
perlahan kaupun luruh
pada satu-satunya tembok tua
yang juga tak lagi utuh.
tafsir lumut dan endap air yang berkarat,
tak ada yang terungkap –sepanjang relief
yang saling menindih, fragmen yang tanggal

perlahan kaupun larut dan melingkar
lalu terbaca; henig yang tak hendak hadir
yang terus mengalir
***

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

sajak Ishazara – Wanita Falujjah
Elmi Zulkarnain

cerpen Firdaus
Tobi Damaris

ceritanet
©listonpsiregar2000