ceritanet edisi
126 kamis 7 desember 2006, po
box 49 jkppj 10210
komentar Buruh Perkebunan Menguasai Pemerintahan Desa
Martin Siregar
Organisasi Buruh yang kuat seharusnya mampu menguasai segala bentuk kebijaksanaan desa yang penduduknya didominasi oleh masyarakat buruh. Agar pabrik/perusahaan perkebunan tempat kerja yang selama ini menginjak nginjak hak buruh patuh dan hormat terhadap kebijakan yang diterbitkan kepala desa, yang orangnya tampil dari organisasi buruh.
Sebagian dari organisasi buruh berpendapat bahwa buruh harus berkonsentrasi menggeluti nasib di perusahaan saja. Tapi karena terlalu serius mengurus persoalan buruh, organisasi buruh tak mampu mendapat dukungan dari masyarakat untuk merebut jabatan kepala desa..Sebagian lagi menilai bahwa sikap itu adalah 'salah.' Warga desa tempat tinggal umumnya bekerja sebagai buruh perkebunan. Oleh sebab itu, pemerintahan yang adil di desa adalah pemerintahan yang menguntungkan sebagaian besar penduduknya, yaitu: buruh.
Membangun Organisasi Buruh Perkebunan yang katanya sekarang kembang kempis adalah sebuah langkah yang cukup strategis dalam memperjuangkan buruh untuk merebut posisi-posisi kunci di pemerintahan desa. Tapi, organisasi buruh sekarang sulit sekali melaksanakan program yang sudah dirancang. Koordinasi kerja tak berjalan sesuai dengan rencana. Keterbatasan dana dan begitu banyaknya aspek kehidupan yang menekan keberlangsungan keluarga. Bukan berarti buruh tak mampu merebut posisi kepala desa. Perjuangan untuk menang dalam pertandingan merebut posisi kepala desa, Ketua RT, Ketua RW, atau posisi-posisi yang menentukan kebijakan desa, sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi perjuangan buruh perkebunan. Demi untuk kemenangan buruh dalam pertarunngan melawan kaum penghisap manusia; perusahaan perkebunan, aparat pemda dan DPRD).
Perlu diketahui bahwa pada setiap negara kaya, pastilah organisasi buruhnya sangat kuat. Buruh tak bisa seenaknya dipermainkan oleh kebijaksanan negara. Sebaliknya dalam negara miskin yang sedang berkembang, organisasi buruhnya berada dalam posisi yang sangat lemah sehingga buruh dapat ditekan seenaknya oleh kebijaksanaan negara.
Walaupun ada negara seperti besar Indonesia yang kaya dengan alamnya tapi rakyatnya miskin (termasuk buruh), ada negara kecil seperti Singapura yang rakyatnya makmur. Coba kita bandingkan. Negara yang memiliki 60% kekayaan alam di Asia Pasifik adalah di Indonesia. Berbeda dengan Singapura, yang sangat kecil wilayahnya, yang sekali kepal saja sudah habis. Tapi apa yang terjadi? Tahun 2002 Indonesia minus US$ 15 Milliar, sedang Singapura menghasilkan devisa US$120 milliar. Apa yang membuat kondisi ini?.
Ada 3 kondisi yang selalu terjadi dalam negara maju sejahtera;
1. Serikat Buruhnya kuat
2. Urusan agama, suku dan politik dibedakan. Agama tidak lagi dipergunakan sebagai kendaraan berpolitik.
3.
Syarat pemimpin yang bermoral dan bersih sangat penting.
Tapi kalau di Indonesia makin rusak moralnya makin naik pangkat dia. Dalam pemilu-pemilu lalu, yang punya skandal yang sering menjadi pemenang.
Ada 4 tanda keadaan negara maju sejahtera;
1. Negara bertanggung-jawab atas lapangan kerja. Kalau ada yang menganggur, negara membayar gaji pengangguran.
2. Semua penduduk mempunyai rumah.
3. Ada pajak progresif. Makin besar rumah penduduknya, maka pajak rumahnya semakin tinggi. Kalau rumahnya kecil seperti RSS maka tidak perlu membayar pajak dan bebas listrik, air dan telepon.
4. Agama adalah urusan pribadi, bukan urusan negara. Ada yang mau ber-Tuhan, mau tidak ber-Tuhan atau pura-pura ber-Tuhan itu urusan masing-masing dan bukan urusan negara. Lihat UU Pendidikan yang sekarang, tujuan pendidikan adalah membuat para muridnya tinggi iman dan tinggi taqwa. Ini omong kosong karena berarti bahwa negara mengambil alih tugas agama. Agama adalah urusan agama, negara adalah urusan negara. Agama adalah sumber moral pejabat negara, itulah yang benar.
Yang menarik adalah kapan negara Indonesia keluar dari belenggu agama ataupun kesukuan yang menjerat rakyat (buruh) sehingga tetap berada dalam kemiskinan. Dan salah satu jalan perkembangan bisa dimulai dari organisasi buruh yang kuat.
Ada perjuangan buruh yang sangat susah, tertatih-tatih, kemudian organiasai buruhnya membentuk kekuatan dengan berhubungan dengan partai besar. Di Amerika Serikat buruh bergabung dengan Partai Demokrat, di Belanda serikat buruh dengan partai buruh, di Inggris serikat buruh dengan Partai Buruh. Begitu juga dengan di Jerman dan Australia.
Yang mereka lakukan adalah cita-cita negara maju sejahtera. Sesuai dengan yang digariskan dalam barisan ideologi kiri, itulah yang mereka jadikan sebagai cita-cita. Secara moral, hal itu menjadi landasan perjuangan yang dilakukan oleh organisasi buruh dan secara politik dikerjakan oleh partai yang didukung oleh organisasi buruh.
Aakhirnya yang harus dilakukan supaya Indonesia menuju Negara maju sejahtera adalah;
1. Organisasi Buruh harus kuat
2. Harus bersama-sama dijelaskan kepada rakyat agar jangan menjadikan agama dan suku sebagai kendaraan politik. Jadi untuk menjadi pemimpin daerah juga tidak harus memperioritaskan putra daerah. Seharusnya siapa yang mempunyai kemampuan yang baik yang layak menjadi pemimpin.
3.
Hharus berani mengungkapkan kondisi politik ekonomi apa adanya.
Karena ke 3 hal diatas belum terwujud, maka di Indonesia sampai saat sekarang masih terjadi;
1. Utang konglomerat dibuat menjadi utang negara. Ini berarti membebani rakyat.
2.
Penegakan hukum sangat lambat.
3.
Korupsi semakin melebar dan semakin transparan. Kalau dulu hanya di kementerian sekarang sudah sampai ke DPR.
4.
Pengangguran makin bertambah. Selama 3 tahun menjabat sebagai presiden, Susilo Bambang Yudhoyono belum pernah sekalipun mengucapkan kata buruh dan pidatonya juga belum pernah menyinggung mengenai penyelesaian kasus perburuhan.
5.
Agenda reformasi tidak dijalankan.
Sangat disadari bahwa Indonesia masih sangat jauh dari sebuah cita cita negara maju dan sejahtera. Tapi, pekerjaan merebut posisi-posisi pemerintahan di lingkungan terSdekat harus direbut buruh secepatnya. Biarkan orang berpikir untuk memajukan negara Indonesia secara nasional. Tapi buruh harus berhasrat hanya membangun keluaga kita, desa kita, dan kabupaten kita demi untuk masa depan anak-anak generasi yang lebih maju dan sejahtera.
Berjuanglah meraih pimpinan tertinggi maupun posisi-posisi yang menentukan dalam pemerintahan di desa masing masing.
***