ceritanet  edisi 123 rabu 27 september 2006,  po box 49 jkppj 10210

memoar Warung Pojok di Nabire
Farah Rachmat

Warung Pojok ini saya kenal lewat Santo, teman sekantor, mungkin setelah sekitar satu bulan berada di Nabire. Dan warung ini menjadi warung andalan kami sekantor, untuk makan siang atau kapan saja sebenarnya. Kadang kami hanya beli lauknya saja dan sering pula untuk dine in, alias duduk makan di kursi plastiknya untuk menikmati hidangan khas “Warjok”.

Warung Pojok ini terletak di ujung Jalan Merdeka, Nabire, walau dari papan nama yang baru tertera di Jalan Ampera. Ketika suatu saat saya ke Warjok ini, terlihat fotokopi Surat Izin Berdagang, atau apalah namanya, dan saya membaca nama Parsini. Terus terang, agak kaget juga mengetahui pemilik warung ini bernama: Parsini. Nama itu mengingatkan saya pada seorang yang dekat saat kecil dulu. Ya, namanya sama seperti pengasuh kami di masa kecil, jauh di Jakarta sana. Bibi Parsini, begitulah panggilan kami untuk almarhumah.

Warung ini sebesar 5 x 3 meter, bercat biru, bertirai kecil warna merah jambu dan ada kawat ayamnya juga untuk ventilasi. Tempat pajang makanan berlapis plastik bening dan kayunya juga dicat warna biru. Kursi-kursi plastik berjajar mengikuti meja yang menempel pada dua dinding dan satu meja. Cat biru pada kayu dinding, pintu, dan langit-langit warung sudah bercemong dengan hitam-hitam debu. Tapi, setidaknya, tempat makan ini laris manis.

  Pelanggannya banyak dan beragam, dari anak sekolah sampai pegawai. Menunya…hmmm coba lihat, hmmm…ada sayur nangka, ada sayur daun  singkong, rawon, tahu tek, ikan rica-rica, ikan bumbu kuning, ikan goreng, ayam goreng, ayam kecap, sambal, tempe goreng tepung, tahu bacem, perkedel kentang, gulai daging, gulai ayam. 

Kalau buat kami, menu itu menjadi tidak begitu banyak beda dari hari ke hari. Dengan Rp 10.000,- kami bisa makan kenyang. Buat Nabire, atau tepatnya bagi saya yang hanya tinggal beberapa lama di Nabire ini, harganya cukup murah meriah?  Menu rutinmya; nasi, ikan, tempe goreng tepung, dan sayur singkong.

Dengan layanan penuh kasih dari Bule Rini, Mbak Atun, Mbak Witi dan Mbah Parsini, perutku jadi tidak pernah rindu lagi sama makanan rumah.

Jadi, kalau anda asal Jakarta dan berkunjung ke Nabire, carilah Warung Pojok di ujung Jalan Merdeka... ups di Jalan Ampera.
***

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

cerpen Penari Liar
Sugianto Thoha

ceritanet
©listonpsiregar2000