ceritanet  edisi 122 rabu 6 september 2006,  po box 49 jkppj 10210

sajak Kutelisik Cerita Seonggok Batu
Dewa Gumay
Kutelisik ceritamu dari balik mata
Mata tajam seorang pemburu
Aku melarut-kan pikiran dalam ceritamu
Tentang sesuatu yang tak kutahu
dan besok pasti begitu

Tetapi telisikku membentur jidad
Jidad keras kepala batu-Mu
dan besok, kau onggokan batu didepanku
Aku paham inilah cermin diri-Mu
Se-onggok batu.
***

Rumah hijau, 22 January 2006; 14.58

sajak Aku Bermimpi
Dalam cermin kulihat Aceh gegap gempita
Jangankan hotel, rumahpun Se-tinggi petronas
Kanak-kanak mulai enggan ke pantai lhoknga
Kolam renang lebih segar katanya

Ke-pasar aku terkejut,
Orang-orang tak berbusana
Aurat diobral murah, bukan muhrim tak ada beda
Pasar kita bak eropa, transaksi tanpa moral sudah biasa

Ke-ulele, aku terisak
Sahabatku tidur dijalan
Di Pantai orang pakai bikini
Tiba-tiba dari pentagon terdengar suara
Penduduk Aceh 10 persen berasal dari barat
Kuambil batu lempar cermin, serpihan kacau berserak
Badanku berkeringat saat shubuh mengumandang
Aku hanya ber-do’a
Ya Allah jadikan ini hanya mimpi
***
Rumah hijau, 22 January 2006; 15.00

sajak Tentang Sabang
Kuceritakan Sabang dari Ulele
Sabang Molek dan cantik
Tak ada petualang ragu
Karena Sabang, bali sumatera

Galian batu adalah Sabang
Dari Paya Seunara sampai Blangtunong
Gali batu bangun reklamasi
Gali batu tambah daratan

Gali batu, siapa untung ?
Aku tahu

Gali batu, siapa yang kaya ?
Aku tahu

Gali batu, siapa yang rugi ?
Tak perlu kujawab, kalian sudah tahu.
***
Rumah hijau, 22 January 2006

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

memoar Sketsa Sekitar Saya
Ayu Hermawan

ceritanet
©listonpsiregar2000