<%@LANGUAGE="JAVASCRIPT" CODEPAGE="1252"%> ceritanet

ceritanet situs nir-laba untuk karya tulis    edisi 115 minggu 12 maret 2006,  po box 49 jkppj 10210

cerpen Topeng
Hayat
Seperti biasa aku menutup hari ini dengan duduk di depan cermin. Seperti biasa pula bukan wajahku yang nampak, tetapi topengku yang menjengul. Malam ini, kalau kuhitung, sudah yang ketujuh ribu lima ratus kalinya aku melakukan ritual ini. Setiap malam menjelang tidur, aku mengevaluasi hari yang telah kulewati dan membahas strategi untuk menghadapi hari berikutnya dengan topengku. Mungkin kedengarannya gila dan tak masuk akal, tapi itulah yang terjadi. Karena sudah menjadi kebiasaan
selengkapnya

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak
Ia dapat melihat tepi jalan kereta api lebih tinggi di bukit stasiun serta lingkungan kota Razvilye. Tiga kelompok tangga kayu tak bercat menjurus dari peron ke gedung stasiun. Di ujung rel ada tempat pembuangan mesin tua. Lokomotof tanpa tender, dengan cerobong asap yang bentuknya seperti leher sepatu but atau cangkir, berdiri bersaf-saf ditengah sampah bertimbun-timbun. Kuburan mesin di bawah dan kuburan manusia di atas, besi rel yang bengkok dan besi berkarat dari atap-atap dan tanda gambar di kota-kota di lingkungan kota, itu merupakan lukisan tunggal tentang kebobrokan serta ketuaan, di bawah langit putih yang dibakar panas dinihari.
selengkapnya

 

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

ceritanet ©listonpsiregar2000