<%@LANGUAGE="JAVASCRIPT" CODEPAGE="1252"%> ceritanet

ceritanet situs nir-laba untuk karya tulis    edisi 112 minggu 30 oktober 2005,  po box 49 jkppj 10210

sajak Tonil Manusia-Manusia Sampah
Gendhotwukir

Yang terbuang dari kawanana
bergerak menjilati sisa atasan
atasan adalah kesombongan yang tak ada dilawan

yang tertindas oleh keangkuhan
terjejal teror sosial, ekonomi bahkan keamanan
yang terpinggirkan rentan makan

lalu apa katamu?

"Kehinaan adalah jalanku. Memangku panji Ratu..
Hangar-bingar tiada sajak syahdu yang lantas mendagu menahu.
Siapakah dirimu? DEBU.
Karena hanya debu yang terbang terburu karena malu.
Berhadapan dengan hina, laju memburu layu."

Yang terkarat dalam ilmu
Gaduh dengan hidup menggancu
Disaksikan istri, anak, menantu bahkan cucu

Apa katamu?

"Keteladanan adalah ilmu
Ilmu berjuang nanti restu
Setia tetap Saturday ku tulak ilmu otak membeku
Mau tahu agar tahu, bukan tahu berhenti terpaku."

Yang terjerembab dalam ganas bau
Ternista karma kau mau
Bercengkrama ceria memegang roh ayu

Apa katamu?

"Ku tahu arti. Namamu tak tertempat dalam harianku
karena sesungguhnya ceriamu adalah dukaku
jauh tersesat dari hakekat jiwa sejak lalu
menghiasi raga melupa makna kehadiranmu
ternista adalah kemekaran kembang-kembang di masa depan."

yang malu menyebut jabatan ibu
tersipu memuja muju kehormatan itu
meski kau mampu

Apa katamu?

"Ah, itu dugamu! Siang malam kuseru harum ibu
karena ibu adalah dewiku
ku tak khan terima ibumu pengganti ibuku
karena ajarkan apa ibumu kepadaku?
menjelang malamku kudoa ibu yang slalu menuntunku, menjagaku, merawatku
karena kutahu seberapa dayaku
kau yang beribu, kenapa menyia puja demi cahya mahkota ibu?"

yang terbirit dikejar Praja
gerah udara di bawah gubug renta tanpa jendela
merancang angan-angan belaka
meski tiada tergapai di fajar tiba

Apa katamu?

"Cinta adalah menggapai angan-angan tertuju belaka
luka-luka adalah kepingan cinta, meski tak tergapai cinta yang terkaya
cinta menjadi kerdil tatkala menolak menjadi meluka
tengoklah ke gudang luka-luka. Cucup manisnya luka-luka cinta
nada-nada luka melodikan cinta bergema."

yang terbelakang dari angkatan
meski sesungguhnya mampu berkata kebesaran dari angkatan
menundukkan kehormatan dalam perputaran zaman

Apa katamu?

"Kerendahan-hatian adalah nafas kehormatan
memangku tugas mulia sebagai ciptaan
bersumpah setya pada janji Junjungan,
meski raga ditikam nafsu-nafsu zaman
yang tak kebanyakan orang mampu bertahan."

Yang sampah adalah jiwa terjunjung Junjungan.

170403
***

 

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

memoar Keluarga Pak Guru
Denny Suwarja

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak


ceritanet
©listonpsiregar2000