<%@LANGUAGE="JAVASCRIPT" CODEPAGE="1252"%> ceritanet
 ceritanet situs nir-laba untuk karya tulis    edisi 108 kamis 8 september 2005,  po box 49 jkppj 10210

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak
(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960)

Menjelang pagi Yury bangun pula. Ia telah mimpi lagi tentang sesuatu yang menyenangkan dan tinggallah padanya perasaan gembira yang membebaskan jiwa.

Kereta api berhenti lagi; barangkali itu stasiun yang tadinya juga, tapi rasa-rasanya tak mungkin begitu. Sekali lagi ada bunyi jeram, boleh jeram lain, tapi lebih mungkin yang sama juga.

Hampir seketika ia tidur kembali dan waktu ngantuk itu didengarnya bunyi kaki yang lari dan sedikit keributan,. Kostoyed berselisih dengan pemimpin konvoi, mereka berteriak-teriak. Hawa lebih nyaman lagi dari sebelumnya, di dalamnya ada nafas sesuatu yang tadinya belum ada di situ, sesuatu yang gaib dan berhubungan dengan musim semi, putih, semu hitam, tak berujud, tertebar bagai angin salju dalam bulan Mei, bila serbuk putih yang meleleh itu jatuh ke bumi dan membikinnya lebih hitam daripada putih. "Transparan, putih kehitam-hitaman, berbau nyaman, buah anggur," terka Yury dalam tidurnya.
***bersambung

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tulisan edisi 108

laporan Mau Cium atau Parkir?
Ningrum N. Sirait

sajak Eiffel
Laura Paais

ceritanet
©listonpsiregar2000