sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

Twittwr   Facebook   


ceritanet              situs karya tulis - edisi 260, 10 juni 2016
Tulisan lain

"Itu Maleo, Nak. Bukan Ayam Besar. Jangan Dimakan Lagi!" - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 8 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Bercerai - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 24 - Aminatul Faizah

Antibes

Ibu Izin Membaca Buku Di Sini, Rabu-Rabu* Saja - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 7 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Kawanku dan Aku - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 23 - Aminatul Faizah

Rochester

Joey, Rio, Media, dan Menpora - Liston P Siregar

Siapa Takut Kawan! - Bela Kusumah

Hampa - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 6 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 22 - Aminatul Faizah

Bradford upon Avon

Kenangan - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 5 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 21 - Aminatul Faizah

Leeds

Musim Dingin - Liston P Siregar

Tubuh Miskin - Jajang Kawentar

Dari Kehidupan Para Jutawan 4 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Kesabaran - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 20 - Aminatul Faizah

bradford

Menemui kota hancur karena birahimu. Sengaja kupinjam matamu yang tidur di pelupuk senja agar menemaniku mengenang lalu ke muka. Agar mimpimu bersamaku terbawa gelisah sementara usai pinjamkan mata mata-mata. Tiada keindahan kota kini selain petuah ibunda dan ayahanda. Sebanyak apa yang kau makan, tak kan melampaui perutmu. Selezat apa yang kau makan, takkan melampaui perutmu. Kota Melampai Perutmu - Jajang Kawentar

Kepergiannya bersama perempuan lain ke Mekkah untuk ibadah umroh menjawab semua teka-teki, ketidakpastian, dan kebisuannya selama hampir tiga tahun.

Bukanlah suatu kebanggaan untuk menceritakan percintaan yang berantakan, tapi kegalauan besar, setelah tidak pernah terlintas sama sekali kalau sebuah kisah cinta yang sudah terbina selama tujuh tahun ternyata bisa kandas begitu saja.

Dan kandas hanya dalam hitungan detik.

Detik Yang Memudarkan Cinta - Ani Mulyani

Ibu, mari katong pigi kebon jauh deng Mama, Papa, Ita, deng Sani nanti kitorang petik rambutan, Ical punya Ibu”, katanya bersemangat saat mengajakku dan teman-teman pergi ke kebun.

Dia pernah bilang bahwa kebun adalah tempat yang paling dia sukai, tempat segala sumber ceritanya.

Keluarga Manuru memang unik, setiap anak memiliki tugas sendiri-sendiri. Satu anak punya satu tanaman miliknya sendiri, jadi dia yang bertanggungjawab penuh terhadap tanaman yang dia miliki.
Ada Lelah Tanpa Upah- Arifah Nugraheni

Bewl Water

Di pasar baru mereka
Lalu mengada-menggaya

Mengikat sudah kesal
Tak tahu apa dibuat

Jiwa satu teman lucu
Dalam hidup dalam tuju...

Cerita, kepada Darmawijaya - Chairil Anwar

Maurice memberitahu Sofie bahwa aku kehilangan kopor padahal besok aku ada rekaman untuk TV dan karena itu adalah mustahak memilih baju untukku sebelum pukul 11 pagi.

Aku menangkap kata-kata 'television', 'bagaj' 'la robe'. Tiga kata itu cukup untukku. Aku hendak campur tangan dan menghentikan Maurice tetapi mengerti perlunya lebih untuk dia sendiri.

Sebenarnya aku hanya membutuhkan gaun, api untuk dia perjuangan soal kopor itu adalah pernyataan persahabatan.
Dari Kehidupan Para Jutawan - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Tiga anggota keluarga Khan mengajakku ke rumah mereka. Tentu saja aku membawa boneka besarku.

Ketiganya memanjat pohon ara yang tinggi yang sudah tua namun batangnya masih cukup kuat menjadi pijakan tiga temanku itu.

Mereka memohon agar aku dan Ali juga ikut memanjat. Aku tak mau karena takut namun saat melihat Ali memanjat pohon, barulah aku sadar kalau memanjat bukanlah hal yang menakutkan.

Biji buah ara yang kuning kemerahan dan beraroma harum membuat aku tergiur.
Teheran Dalam Stoples - Aminatul Faizah

ceritanet©listonpsiregar2000