sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter    facebook    google


ceritanet              situs karya tulis - edisi 243, 1 oktober 2014

Tulisan lain

Teheran Dalam Stoples 7 - Aminatul Faizah

Yang Terempas dan Yang Luput - Chairil Anwar (1949)

Nafiri Ciputat - Bahrum Rangkuti Anwar (1969)

London

Saya, 'Rajanya' Arsenal 2 - Liston P Siregar

Teheran Dalam Stoples 6 - Aminatul Faizah

Risjwijk 17 - Taufiq Ismail

Surat Buat Pa Said - Ajip Rosidi

Ada lelucon lama di Medan, tentang seorang warga keturunan Cina yang harus ujian kewarganegaraan (di jaman Orde Baru memang ada ujian seperti ini). Ketika ditanya ‘Apa Pancasila?’. Dengan aksen Cina yang kental dia menjawab yakin: ‘Itu olang malam-malam ketok pintu minta uang." Siapakah Wartawan? Atau: Siapakah Jurnalis - Liston P. Siregar

Kota ini tak lagi dihuni para pecinta
Hanya ada tukang sol sepatu

Menanti datang kaki-kaki gemetar para pejalan.
Cerita Satu Kota - Syam AR

Bagi ibu, khala bukanlah pembantu. Ibu Ali di matanya adalah adik yang harus ia sayangi yang membantunya. Ibu tak pernah memarahinya meski sering melakukan banyak hal yang salah. Ibu juga mengajarinya bagaimana menyeduh teh yang bagus, bagaimana membuat roti yang enak, bagaimana duduk yang benar dan juga cara makan yang santun. Teheran Dalam Stoples - Aminatul Faizah

Penjual Yang Lihai -Simon Carmiggelt

Pada tapal terakhir sampai ke Yogya,
bimbang telah datang pada nyala

langit telah tergantung suram
Kata-kata berantukan pada arti sendiri.

Elegi Jakarta - Asrul Sani (1949)

New York, Agustus 2014
New York

ceritanet©listonpsiregar2000