ceritanet situs karya tulis - edisi 296, januari 2020                                             Facebook    Twittwr    Instagram
 sampul     sajak      laporan     cerpen    novel      memoar     catatan      foto     edisi lalu     kirim tulisan     tentang ceritanet      mailing list

Seratus pelangi di udara
tebing terjal hutan pegunungan
di bias air terjun
mengorak dari lengkung

terowongan pengalih alur
riam besar
menembus gunung
ke powerstation
Pelangi Sore Hari di Siguragura Asahan - Sitor Situmorang

Dartmoor, Oktober 2017
Devon

Kenapa? Karena tidak baik untuk penguatan demokrasi. Kok bisa? Teruskanlah membaca. Alasan lainnya, juga karena akan mencoreng pencitraan Presiden Joko Widodo selama ini, sebagai pemimpin yang bersih, jujur, dan merakyat, yang diupayakan oleh presiden sendiri dan juga para pendengung setianya. Kasihan rasanya: sudah habis-habisan 'jaim' tapi malah nanti dikenang terus dengan citra sebagai presiden KKN, hanya semata-mata karena anak dan menantu yang aji mumpung memanfaatkan kolusi dan nepotisme untuk jadi kepala daerah. Pro-demokrasi? Jangan Pilih Anak dan Mantu Presiden Jokowi - Liston P Siregar

Tulisan lain

Pro-demokrasi? Jangan Pilih Anak dan Mantu Presiden Jokowi- Liston P Siregar

Devon

Mau Salam Menyalam, Malah Rempong - Liston P Siregar

Kristus di Danau - Sitor Situmorang

Skotlandia

Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo atau Koalisi Cebong-Kampret? - Liston P Siregar

Tamasya Danau Toba - Sitor Situmorang

Loch Ness

Topografi Danau Toba - Sitor Situmorang

Hikayat Wefie di WA Grup - Liston P Siregar

Cornwall

 

Setelah Putusan MK: Jokowi Tanpa Politik Dagang Sapi? - Liston P Siregar

Danau Toba - Sitor Situmorang

Inverness

Islam untuk Politik atau Politik untuk Islam ("Enakan Jamanku Toh") - Liston P Siregar

Chairil Anwar Kita - Sapardi Djoko Damono

Lincoln

 

Mereka-reka para pemain utama di Pilpres 2024 - Liston P Siregar

Surat Kepada H.B. Jassin 6 - Chairil Anwar

Berkshire

Kiri Kanan Tak Oke, Jangan Mau Digertak - Liston P Siregar

Surat Kepada H.B. Jassin 5 - Chairil Anwar

Oxford

©listonpsiregar2000