sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

Twittwr   Facebook   


ceritanet              situs karya tulis - edisi 261, 25 juli 2016

Tulisan lain

Kota Melampaui Perutmu - Jajang Kawentar

Detik Yang Memudarkan Cinta - Ani Mulyani

Ada Lelah Tanpa Upah - Arifah Nugraheni

Cerita - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 9 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadae

Teheran Dalam Stoples 25 - Aminatul Faizah

Bewl Water

"Itu Maleo, Nak. Bukan Ayam Besar. Jangan Dimakan Lagi!" - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 8 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Bercerai - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 24 - Aminatul Faizah

Antibes

Ibu Izin Membaca Buku Di Sini, Rabu-Rabu* Saja - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 7 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Kawanku dan Aku - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 23 - Aminatul Faizah

Rochester

Joey, Rio, Media, dan Menpora - Liston P Siregar

Siapa Takut Kawan! - Bela Kusumah

Hampa - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 6 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 22 - Aminatul Faizah

Bradford upon Avon

 

Matahari cepat sekali bangkit dari ke puncak bukit ini. Panas segera menjalar ke dalam tenda. Membangunkan Arti dan Yanis, lebih awal dari biasa. Mereka tak sempat sarapan. Bahkan tak juga sekedar menyedu kopi. Kedua segera bergegas merapikan tenda, dan memasukkan barang bawaan ke dalam ransel panjang. Setelah meneguk air secukupnya, mereka mulai berjalan menuruni bukit. Menuju kawan Anak Kelud. Ladu - Tosca Santoso

Selesai sudah aku baca novel keduamu, Ladu.  Sebagaimana janji yang telah aku ucapkan, untuk memberi  komentar atas karya sastra racikanmu ini, sepucuk surat aku kirim kepadamu.  Dalam hati muncul perasaan tak puas jika komentar hanya dengan satu-dua kalimat saja.  Agar  plong maka aku tulis surat ini untukmu, surat pertama dari desa.  Dengan hadirnya surat ini di tanganmu, maka janji telah aku genapi. Surat Dari Jawa: Menimbang Ladu - Wahyudi Nugroho

Bagaimanapun ada juga,  aku sedikit menyimpang dari inti pertanyaan. Aku akan menjawab: "Ya". Sastra perempuan ada. Lelaki dalam kerja kreatif berpandukan kepada Tuhan, sementara perempuan berpandukan kepada lelaki. Perempuan mendekati Tuhan melalui lelaki, melalui cinta. Namun objek biasanya jarang sesuai dengan ideal. Maka dalam hal ini perempuan menderita dan menulis mengenai penderitaan  itu. Dari Kehidupan Para Jutawan - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Herne Bay
Herne Bay, Juli 2016

Aku berkaca
Ini muka penuh luka
Siapa punya?

Kudengar seru menderu
-dalam hatiku-
Apa hanya angin lalu

Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta
Ah…!!!

Selamat Tinggal - Chairil Anwar

Kami saling membagikan hadiah seperti natal. Ayah mungkin tak bisa melupakan adat kebarat-baratannya. Ia memberikan aku setumbuk boneka munggil, ia memberikan Ali mobil-mobilan. Ghazali dibelikan hadiah yang sama dengan Ali. Tak berapa lama para tetangga datang dan kami bertiga terusik. Kami hanya punya kawasan di halaman depan dengan dua ayunan dan juga semak-semak.  Teheran Dalam Stoples - Aminatul Faizah

ceritanet©listonpsiregar2000