sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 241, 24 april 2014

Tulisan lain

Saya, 'Rajanya' Arsenal 1 - Liston P Siregar

Teheran Dalam Stoples 5 - Aminatul Faizah

Depan Sekretariat Negara - Taufiq Ismail

Benteng - Taufiq Ismail

The Act of Killing untuk Citra Indonesia - Anonim (Kru Indonesia untuk film Jagal)

Teheran Dalam Stoples 4 - Aminatul Faizah

Tekad - Mansur Samin

Demonstran - Wahid Situmeang

Jenis-jenis Natal di London - Liston P Siregar

Inggris

Sambil menikmati video tentang sejarah Arsenal, proses pembangunan Stadion Emirates, bio singkat para bintang, tayangan gol-gol Arsenal di beberapa pertandingan penting, maupun foto-foto dan kuis, saya sekaligus tersadarkan pada yang disebut sebagai bisnis sepak bola skala global. Kami, jutaan pendukung Arsenal, adalah sumber pemasukan penting bagi klub. Memang bisa terpleset untuk merasa jadi Raja Arsena -seperti yang sempat saya alami- karena begitulah cara bisnis bekerja menggaet konsumen. Saya 'Rajanya' Arsenal 2 - Liston P Siregar

Suatu pagi aku, adikku dan juga Ali duduk di atas permadani Persia yang tua dan tebal. Kulihat ibu mengenakan kain hitam yang sama dengan kain hitam yang selalu melilit tubuh khala Aisyah saat ia akan pergi ke luar rumah. Semua perempuan Iran memakainya. Kain itu membentuk lingkaran besar dengan diameter sekitar dua meter, lalu dibelah dua. Satu belahan setengah ligkaran dililitkan di tubuh kecuali muka. Itulah chadur Iran. Selama hampir lima bulan ibu tak pernah ke luar rumah. Ia hanya berada di rumah. Ia takut saat ke luar rumah karena banyak hal. Salah satu tentu saja karena chadur. Teheran Dalam Stoples 6 - Aminatul Faizah

Malam itu kami duduk di beranda, bulanpun ada
Lalu lintas terasa hingar, deru deram sebentar-sebentar
Memanjang kawat telepon di antara tiang yang merentang
Redup temaram dalam garis-garis coretan hitam

Dengung karet beca, lewat lubang selokan tua
Tiba-tiba di langit membusur titik cahaya
Risjwijk 17 - Taufiq Ismail (1966)

Kita hidup atas satu bumi tapi dua dunia
Kita hidup dalam satu hari tapi lain mimpi
Impian yang sederhana, impian dalam mimpi

Yang mengendap, jadi keyakinan: Warna kan jadi hijau, malam secerlang pagi
Surat Buat Pa Said - Ajip Rosidi (1956)

 

ceritanet©listonpsiregar2000