sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 

tentang ceritanet
 ikut
mailing list

Twittwr   Facebook   


ceritanet              situs karya tulis - edisi 255, 11 januari 2016
Tulisan lain

Lelaki dan Kebunnya - Tosca Santoso

Dari Kehidupan Para Jutawan 3 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Penerimaan - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 19 - Aminatul Faizah

Essex

Dari Kehidupan Para Jutawan 2- Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Lagu Biasa - Chairil Anwar

Suatu Pagi di Kantin Sekolah - Imron Supriyadi

Teheran Dalam Stoples 18 - Aminatul Faizah

Kepulauan Seribu

Dari Kehidupan Para Jutawan 1 -Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Hukum - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 17 - Aminatul Faizah

Ancol

Pembinatangan Peringatan 17 Agustus - Imron Supriyadi

Aku - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 16 - Aminatul Faizah

Tangkahan

Pelarian - Chairil Anwar

Puisi - Jajang Kawentar

Teheran Dalam Stoples 15 - Aminatul Faizah

 

Sudah kubilang, pagi dingin kali
Tapi ditariknya lenganku, lembut
Angin dingin berhembus
Senyap menyebar

Botol whisky kosong teronggok

Musim Dingin - Liston P Siregar

Kalau tubuh miskin milikku, mustahil para raja mati
Kekayaan tidak melekat pada tubuhmu
Investasi sesungguhnya prilaku
Karena baik buruk, suka duka

Antara kau atau dia, musnah semua
Tubuh Miskin - Jajang Kawentar

Maurice tinggal di rumahnya sendiri di jalan persendirian yang kecil, dibarisi  dengan enam buah rumah. Rumah persendirian pernah aku lihat. Aku sendiri memiliki rumah pribadi di luar kota.Tentunya  tidak sebesar rumah Maurice tetapi rumah juga. Sedang jalan persendirian tak pernah aku lihat. Dan tidak kubayangkan bagaimana jalan itu bisa tampak. Dari Kehidupan Para Jutawan - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Luzern
Luzern, 27 Desember 2015

Aku tak bisa tidur
Orang ngomong, anjing-anjing nggonggong
Dunia jauh mengabur
Kelam mendinding batu
Dihantam suara bertalu-talu
Di sebelahnya api dan abu

Kesabaran
- Chairil Anwar

Ia ikut masuk rumah dan ibuku menyambutnya dengan senyuman hangat di samping Ali dan adikku. Khala sedang mengepel lantai dan langsung berdiri menyambut pelukanku dan juga guruku. Ibu mengajak guruku menuju teras samping rumah sambil tetap mengajari Ali. Dua wanita itu duduk bersama dan mereka sama-sama meminum teh. Khala mengajakku menuju kamar atas. Ia membantuku untuk berganti pakaian. Ku lihat dari kamar, ibu dan juga ummu memiliki banyak kesamaan keculi bentuk fisik. Teheran Dalam Stoples
Aminatul Faizah

ceritanet©listonpsiregar2000