ceritanet situs karya tulis - edisi 284, agustus 2018                                             Facebook    Twittwr    Instagram
 sampul     sajak      laporan     cerpen    novel      memoar     catatan      foto     edisi lalu     kirim tulisan     tentang ceritanet      mailing list

Ibu

Namanya Endang Sumarni, cukup modern di jamannya. Nama yang indah, tentunya. Lahir pada tahun 1947, dua tahun setelah proklamasi kemerdekaan RI. Dialah ibuku, orang yang sampai hari ini sering berdebat denganku. Tetapi jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku mengaguminya sebagai sosok perempuan yang kokoh pendirian. Ibu lahir dari seorang perempuan yang tidak tamat SD. Padahal dia bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, karena nenekku lahir dari keluarga berada di jaman itu. Tetapi apalah daya, dia anak perempuan pertama.
Dari Ibu Aku Belajar Mencintai
- Woro Wahyuningtyas

Somme - Prancis, 17 Agustus 2018
Somme

Baik, baik aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku

Jangan lagi kau bercerita
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari luka
Sambil berjalan kau usap juga...

Kepada Peminta-Minta - (Saduran oleh) Chairil Anwar

Tulisan lain

Ibuku Perempuan Perkasa - Eliakim Sitorus

Derai-derai Cemara - Chairil Anwar

Merapi

Kasih Mamak Sama Panjangnya - Liston P Siregar

Aku Berkisar Antara Mereka - Chairil Anwar

Sipirok

Mirat Muda, Chairil Muda - Chairil Anwar

Warung Kopi -Jajang Kawentar

London

Buat Gadis Rasid - Chairil Anwar

Menegaskan ibadah orang Bali - Liston P Siregar

Ubud

Jangan REPLY ALL!! - Liston P Siregar

Puncak - Chairil Anwar

Lucerne

Saya Sie Yoe Lien, Dan Ini Bukan Fitnah - Linawati Sidarta

Persetujuan Dengan Bung Karno - Chairil Anwar

Kent

Robert Mugabe dan Setya Novanto, beda-beda mirip - Liston P Siregar

Malam Di Pegunungan - Chairil Anwar

St Agnes

Mereka-reka Pemerintahan Jokowi Mendatang, Kesabaran Masyarakat Sipil Masih Perlu - Liston P Siregar

Sorga - Chairil Anwar

Labuhan Bajo

©listonpsiregar2000