Tulisan lain
Galau - Presiden Hayat
Lagu Jakarta - Ajip Rosidi
Jakarta - Sitor Situmorang
Suara - Toto S Bachtiar
Senja di Tanah Abang - M. Hussyn Umar
Kepada Jakarta - Ajip Rosidi
Sebuah Buku Puisi dan Musik pun Dimulai - Arpan Rachman
Saya baru pulang dari jalan-jalan pagi dari sawah dengan adikku, si Dingis Phea Phea. Saya telah mengadopsi anjingku yang baik hati menjadi adikku. Kalau saya ke luar rumah, dia tahu saya akan ke mana dari jenis pakaian yang saya kenakan. Kalau berpakaian bagus dan saya mengeluarkan sepeda, dia tahu saya akan ke kota dan dia tidak akan ikut lalu tenang-tenang saja sambil duduk di lantai melihat saya bergegas. Aku, Dingis, dan Sawah Limantina Sihaloho Kudengar Adzan dari balik Vihara, kucium aroma wangi dupa, di antara senyum sahabat, kuingat wajah perempuanku di rumah, kan kuselipkan setangkai daun bodhi, di sudut kerling kerudungmu. Setangkai Daun Bodhi TranzCuk Riomandha Antara bahagia sekarang dan nanti jurang terngaga Adikku yang lagi keenakan menjilat es artic Sore ini kau cintaku, kuhiasi dengan sus + coca cola Istriku dalam latihan : kita hentikan jam berdetik. Tuti Artic Chairil Anwar (1947) Kalau aku menjenguk dari kamar ke kamar Warna di manapun sama : sakit dan kabur samar Pedih karena panas yang menusuk rabu Kalau siang, kalau malam jingga kelabu. Kamar Toto S Bachtiar (1955)
Saya baru pulang dari jalan-jalan pagi dari sawah dengan adikku, si Dingis Phea Phea. Saya telah mengadopsi anjingku yang baik hati menjadi adikku. Kalau saya ke luar rumah, dia tahu saya akan ke mana dari jenis pakaian yang saya kenakan. Kalau berpakaian bagus dan saya mengeluarkan sepeda, dia tahu saya akan ke kota dan dia tidak akan ikut lalu tenang-tenang saja sambil duduk di lantai melihat saya bergegas. Aku, Dingis, dan Sawah Limantina Sihaloho Kudengar Adzan dari balik Vihara, kucium aroma wangi dupa, di antara senyum sahabat, kuingat wajah perempuanku di rumah, kan kuselipkan setangkai daun bodhi, di sudut kerling kerudungmu. Setangkai Daun Bodhi TranzCuk Riomandha Antara bahagia sekarang dan nanti jurang terngaga Adikku yang lagi keenakan menjilat es artic Sore ini kau cintaku, kuhiasi dengan sus + coca cola Istriku dalam latihan : kita hentikan jam berdetik. Tuti Artic Chairil Anwar (1947)
Saya baru pulang dari jalan-jalan pagi dari sawah dengan adikku, si Dingis Phea Phea. Saya telah mengadopsi anjingku yang baik hati menjadi adikku. Kalau saya ke luar rumah, dia tahu saya akan ke mana dari jenis pakaian yang saya kenakan. Kalau berpakaian bagus dan saya mengeluarkan sepeda, dia tahu saya akan ke kota dan dia tidak akan ikut lalu tenang-tenang saja sambil duduk di lantai melihat saya bergegas. Aku, Dingis, dan Sawah Limantina Sihaloho
Kudengar Adzan dari balik Vihara, kucium aroma wangi dupa, di antara senyum sahabat, kuingat wajah perempuanku di rumah, kan kuselipkan setangkai daun bodhi, di sudut kerling kerudungmu. Setangkai Daun Bodhi TranzCuk Riomandha Antara bahagia sekarang dan nanti jurang terngaga Adikku yang lagi keenakan menjilat es artic Sore ini kau cintaku, kuhiasi dengan sus + coca cola Istriku dalam latihan : kita hentikan jam berdetik. Tuti Artic Chairil Anwar (1947)
Kudengar Adzan dari balik Vihara, kucium aroma wangi dupa, di antara senyum sahabat, kuingat wajah perempuanku di rumah, kan kuselipkan setangkai daun bodhi, di sudut kerling kerudungmu. Setangkai Daun Bodhi TranzCuk Riomandha
Antara bahagia sekarang dan nanti jurang terngaga Adikku yang lagi keenakan menjilat es artic Sore ini kau cintaku, kuhiasi dengan sus + coca cola Istriku dalam latihan : kita hentikan jam berdetik. Tuti Artic Chairil Anwar (1947)
Kalau aku menjenguk dari kamar ke kamar Warna di manapun sama : sakit dan kabur samar Pedih karena panas yang menusuk rabu Kalau siang, kalau malam jingga kelabu. Kamar Toto S Bachtiar (1955)