sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter    facebook    google


ceritanet              situs karya tulis - edisi 240, 22 maret 2014

Tulisan lain

The Act of Killing untuk Citra Indonesia - Anonim (Kru Indonesia untuk film Jagal)

Teheran Dalam Stoples 4 - Aminatul Faizah

Tekad - Mansur Samin

Demonstran - Wahid Situmeang

Jenis-jenis Natal di London - Liston P Siregar

Teheran Dalam Stoples 3 - Aminatul Faizah

Catatan Harian Seorang Demonstran - Slamet Kirnanto

Sebuah Jaket Berlumur Darah - Taufiq Ismail

Teheran Dalam Stoples 2 - Aminatul Faizah

Pesan Pencopet Kepada Pacarnya - W.S. Rendra

Sketsa Jakarta - Mansur Samin

Foto


Tapi saya -yang kurus kering dan tak punya ketrampilan apa pun dengan kecerdasan pas bandrol- tak mungkin lari dari sepak bola. Tidak boleh! Biarpun seringnya cuma pelengkap supaya timnya lengkap lima lawan lima. Kadang disuruh jadi kiper -supaya bola jauh tertendang maka saya yang berlari mengambil- dan kadang jadi bek yang berdiri bengong nunggu bola datang dan kalau bola datang maka pura-pura menghalangi untuk menunjukkan eksistensi. Saya, 'Rajanya' Arsenal - Liston Siregar.

Saat mengambil beberapa buah dan membantunya, seseorang datang bertamu. Aku mengikuti khala yang membuka pintu gerbang. Seorang pria tua yang berpakaian rapi, tersenyum. Dia menunggu di teras dan begitu ayah ke luar melihatnya, langsung merangkulnya. Lalu ayah menunjuk aku yang berdiri di belakanga ayah. Lelaki tua itu menoleh padaku. Kukira itulah wajah kakek yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Teheran Dalam Stoples 5 - Aminatul Faizah.

Setelah korban diusung
Tergesa-gesa

Ke luar jalanan
Depan Sekretariat Negara - Taufiq Ismail (1966)

Sesudah siang panas yang meletihkan
Sehabis tembakan-tembakan yang tak bisa kita balas
Dan kita kembali ke kampus ini berlindung
Bersandar dan berbaring, ada yang merenung

Benteng - Taufiq Ismail (1966)

ceritanet©listonpsiregar2000